Manajemen SDM 5.0: Talenta, Teknologi, dan Etika di Era Kecerdasan Buatan
| Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, organisasi menghadapi sebuah pertanyaan besar: apakah manusia akan memimpin teknologi, atau justru teknologi yang akan menentukan masa depan manusia? Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), big data, otomatisasi, Internet of Things, dan berbagai teknologi digital telah mengubah cara organisasi bekerja, mengambil keputusan, mengembangkan talenta, dan menciptakan nilai. Dalam situasi tersebut, Manajemen 5.0 hadir bukan sekadar sebagai kelanjutan transformasi digital, tetapi sebagai paradigma baru yang berusaha mempertemukan kecanggihan teknologi dengan kebutuhan, potensi, dan martabat manusia. Manajemen 5.0 mengajak organisasi meninggalkan cara pandang lama yang menempatkan manusia hanya sebagai “sumber daya”. Manusia dipandang sebagai talenta, penggerak inovasi, pemilik kreativitas, dan pusat penciptaan nilai. Teknologi hadir sebagai co-pilot yang membantu manusia bekerja lebih cepat, lebih akurat, dan lebih cerdas mulai dari rekrutmen, pemetaan kompetensi, pengembangan karier, analisis kinerja, workforce planning, hingga pengambilan keputusan strategis. Dengan demikian, masa depan bukanlah Human versus AI, melainkan Human + AI, sebuah kolaborasi yang menggabungkan kekuatan analitik mesin dengan kreativitas, empati, intuisi, dan kebijaksanaan manusia. Namun, semakin cerdas teknologi yang digunakan, semakin besar pula tanggung jawab organisasi untuk menggunakannya secara bijaksana. Manajemen 5.0 menempatkan etika, keadilan, transparansi, privasi, keamanan data, inklusivitas, dan human oversight sebagai fondasi transformasi. AI tidak boleh menjadi “hakim” yang menentukan masa depan seseorang tanpa penjelasan dan pengawasan manusia. Data tidak boleh digunakan secara berlebihan hingga menghilangkan privasi. Teknologi juga tidak boleh menciptakan kesenjangan baru. Karena itu, organisasi masa depan harus mampu membangun keseimbangan antara kecerdasan teknologi dan kecerdasan manusia. Lebih jauh, Manajemen 5.0 mengubah orientasi organisasi dari sekadar mengejar produktivitas menuju penciptaan employee experience, human sustainability, resilience, dan sustainable value. Organisasi dituntut memahami perjalanan manusia sejak bergabung, berkembang, berkontribusi, hingga meninggalkan organisasi. Kesejahteraan, kesempatan belajar, keamanan psikologis, fleksibilitas kerja, keberagaman, dan kesempatan berkembang menjadi bagian dari strategi manajemen. Organisasi yang hebat bukan hanya organisasi yang mampu menghasilkan keuntungan, tetapi organisasi yang mampu membuat manusia tumbuh bersama teknologi dan mencapai tujuan bersama secara berkelanjutan. Pada akhirnya, buku Manajemen 5.0: Manusia, Teknologi, AI, dan Organisasi Masa Depan merupakan ajakan untuk melihat masa depan dengan perspektif yang lebih manusiawi. Buku ini membawa pembaca memahami bagaimana talenta, kepemimpinan, budaya organisasi, AI, data, inovasi, employee experience, etika, dan keberlanjutan dapat dirangkai menjadi satu ekosistem manajemen yang adaptif dan cerdas. Sebab, masa depan bukan milik organisasi yang sekadar memiliki teknologi paling canggih, melainkan milik organisasi yang mampu menjawab pertanyaan paling penting: bagaimana menggunakan teknologi untuk membuat manusia semakin berdaya, organisasi semakin cerdas, dan kehidupan menjadi semakin bermakna? |
Penulis : Arie Surachman, M.Kom, CODP. | Elok Damayanti, S.E., M.M. | Yasinta Estherina Puspitasari, M.Si., CHRM., CODP. | Teguh Prasetio, S.E., M.Si. | Dr. Ir. Nur Rachman Supadmana Muda, M.T. | Imansyah, S.Kom., M.M., CFSA. | Arif Pirman, S.Kom., M.Kom | Herdiansyah Gustira Pramudia Suryono, S.T., M.E. | Dr. dra. Asri Rejeki, MM, Psikolog | Danang Sutrisno, M.Kom | Prima Ayu Novita Junianto, SE., M.Ak, CA | Sigit Yunanto, ST, M.I.Kom, M.Kom | Nico Fernando Samad, MMT., MBP., FISQua.
Editor: Ahmad Birowo, S.Kom., M.T.I
Halaman buku: 482
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 125.000