Fakir Dan Miskin Dalam Al-Qur’an- Dari Pembedaan Makna Menuju Ketepatan Kebijakan Zakat dan Perlindungan Sosial
“Fakir miskin” adalah sepasang kata yang puluhan tahun disebut dalam satu tarikan napas dalam khotbah, undang-undang, serta laporan lembaga zakat dan lembaga amal, hingga nyaris tak ada yang bertanya lagi: bukankah Al-Qur’an sendiri memanggil keduanya dengan dua nama yang berlainan? Buku ini bermula dari pertanyaan sederhana yang ternyata belum pernah benar-benar dijawab tuntas: mengapa dua kata yang dibedakan begitu cermat oleh kitab suci justru diperlakukan sama dalam praktik sehari-hari? Dan apakah selama ini kita benar-benar tahu siapa yang sedang kita tolong?
Buku ini menelusuri setiap jejak dua kata ini dalam Al-Qur’an, dari akar mulai katanya, penggunaannya dalam Al-Qur’an, perdebatan panjang para ulama fikih lintas mazhab, hingga cara Nabi saw sendiri memperlakukan keduanya secara berbeda. Yang terungkap adalah sebuah peta makna yang jauh lebih kaya dan lebih tajam daripada yang selama ini dibayangkan, sebuah peta yang bukan hanya menjelaskan siapa yang lebih menderita, melainkan menuntun pada satu kesimpulan yang berimplikasi langsung bagi cara pertolongan seharusnya diberikan: bahwa bentuk bantuan bagi keduanya semestinya tidak pernah sama.
Hasil penelusuran ini kemudian dipertemukan dengan data kemiskinan yang ada, potret pengelolaan zakat nasional, serta pembahasan seputar revisi undang-undang zakat. Bagi siapa pun yang bekerja di lembaga zakat, merancang kebijakan perlindungan sosial, mendalami studi Al-Qur’an, atau sekadar ingin memastikan bahwa kebaikan yang ia salurkan benar-benar sampai kepada yang paling membutuhkannya, buku ini adalah undangan untuk berpikir ulang, sebelum tangan terulur dan pertolongan diberikan.
Penulis : Dede Rodin
Halaman buku: 192
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 68.000