Melawan Stigma: Tepuk Tangan dan Nyanyian di PAUD sebagai Senjata Pedagogis Kompleks

Buku ini lahir dari kegelisahan sederhana: mengapa pekerjaan guru PAUD yang begitu penting sering dibaca terlalu ringan?

Di banyak ruang percakapan, guru PAUD masih sering dipahami secara sempit. Ada yang menganggap guru PAUD hanya bernyanyi, bertepuk tangan, mengajak anak bermain, lalu menjaga agar anak tidak menangis. Pandangan seperti ini tampak biasa, tetapi sebenarnya menyimpan masalah serius. Ia mengecilkan kerja pedagogis guru PAUD. Ia membuat praktik yang penuh kepekaan, desain, refleksi, dan tanggung jawab seolah-olah hanya bergantung pada kesabaran dan keceriaan pribadi.

Padahal, di balik satu lagu pembuka, guru sedang membangun rasa aman. Di balik satu tepuk fokus, guru sedang menata perhatian. Di balik lagu transisi, guru sedang membantu anak memahami alur kegiatan. Di balik tepuk apresiasi, guru sedang menumbuhkan harga diri dan kebersamaan. Di balik nyanyian sederhana, guru sedang menghadirkan bahasa, ritme, emosi, tubuh, dan relasi dalam satu pengalaman belajar.

Buku ini tidak ditulis untuk menjadikan tepuk dan nyanyian sebagai satu-satunya jalan pembelajaran PAUD. Buku ini juga tidak ingin membuat klaim berlebihan bahwa setiap tepuk dan lagu otomatis berdampak baik. Justru sebaliknya, buku ini mengajak guru untuk lebih kritis. Tidak semua tepuk tepat. Tidak semua lagu sesuai usia. Tidak semua gerak aman. Tidak semua nyanyian bermakna. Karena itu, tepuk dan nyanyian perlu dirancang, dipilih, disesuaikan, diamati, dan diperbaiki.

Judul Melawan Stigma dipilih bukan untuk membangun kemarahan, melainkan untuk membangun kesadaran. Stigma terhadap guru PAUD tidak cukup dilawan dengan keluhan. Stigma perlu dilawan dengan metodologi, karya, bukti, dan keberanian profesional. Guru PAUD perlu mampu menjelaskan mengapa ia bernyanyi, mengapa ia bertepuk, mengapa ia mengulang lagu, mengapa ia memberi jeda, mengapa ia menerima anak yang belum mau bersuara, dan mengapa ia mencatat respons anak dari hari ke hari.

Buku ini disusun dalam alur bertahap. Bagian awal membongkar stigma terhadap guru PAUD. Bagian berikutnya menjelaskan dunia anak usia dini yang belajar melalui tubuh, suara, rasa, dan relasi. Bagian tengah mengurai tepuk dan nyanyian sebagai bahasa pedagogis, praktik metodik, serta bagian dari kompetensi guru. Bagian akhir mengajak guru mengukur dampak, menjadi peneliti kecil di kelasnya sendiri, menyusun repertoar siap pakai, dan naik kelas sebagai pemimpin praktik pedagogis.

Penulis berharap buku ini dapat menjadi teman refleksi bagi guru PAUD. Bukan buku yang menggurui, tetapi buku yang menguatkan. Bukan buku yang menjauhkan guru dari dunia anak, tetapi buku yang membantu guru memberi bahasa ilmiah pada praktik baik yang selama ini sudah hidup di kelas.

Penulis :  Iwan Kurniawan, M.Pd. & Dr. Joko Pamungkas, M.Pd.

Editor :  Dr. Desti Pujiati, M.Pd.

Halaman Buku : 400

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp. 110.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *