Film Pesta Babi Versus Otsus Papua
Film Pesta Babi (dengan sub-judul Kolonialisme di Zaman Kita) adalah film dokumenter investigatif karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale yang menyoroti perampasan tanah adat, perusakan ekologis, dan marginalisasi masyarakat adat di Papua Selatan akibat mega-proyek food estate.
Fokus Utama Cerita
- Proyek Pembangunan Skala Besar: Film ini menelusuri pembukaan lahan hutan adat seluas 2,5 juta hektare di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. Lahan tersebut dialihfungsikan menjadi kawasan industri raksasa untuk perkebunan sawit, tebu, dan proyek ketahanan pangan.
- Perlawanan Masyarakat Adat: Film ini menampilkan kisah nyata dari suku-suku asli seperti Marind, Yei, Awyu, dan Muyu dalam mempertahankan ruang hidup dan tanah leluhur mereka. Salah satu yang disorot adalah perjuangan tokoh adat Franky Woro bersama komunitasnya di Boven Digoel dalam melakukan aksi penghadangan terhadap perusahaan dan militer menggunakan palang adat dan salib merah.
- Film ini turut mengaitkan derita masyarakat adat dengan implementasi kebijakan di era modern justru membawa dampak eksploitatif yang disebut sutradara sebagai bentuk kolonialisme baru.
Film Pesta Babi Versus Dampak Otsus Papua Bagi Masyarakat Papua:
- Otonomi Khusus (Otsus) Papua memberikan dampak yang kompleks bagi masyarakat asli, menghadirkan peningkatan signifikan pada infrastruktur fisik dan representasi politik, namun implementasinya masih diwarnai oleh berbagai tantangan krusial, seperti kesenjangan kesejahteraan yang belum teratasi secara merata.
- Infrastruktur dan Konektivitas: Alokasi dana Otsus telah mengakselerasi pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan darat dan jembatan, yang membuka akses isolasi antar-wilayah di pedalaman Papua.
- Politik dan Representasi Lokal: Kebijakan ini memperkuat representasi Orang Asli Papua (OAP) dalam birokrasi pemerintahan dan mendirikan Majelis Rakyat Papua (MRP) sebagai lembaga kultural yang melindungi hak-hak adat serta budaya OAP.
- Pendidikan dan Kesehatan: Tersedianya program khusus dan afirmasi, seperti beasiswa pendidikan bagi OAP serta fasilitas layanan kesehatan dasar, meskipun efektivitasnya masih bervariasi di berbagai daerah.
Penulis : A. Junaedi Karso
Halaman Buku : 256
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp. 82.000