Era Politik FYP
Mengapa sebagian pesan politik memenuhi beranda media sosial, sementara pesan lainnya hampir tidak terlihat? Bagaimana sebuah video singkat mampu mengangkat popularitas tokoh, menggerakkan dukungan, bahkan mempertajam perpecahan? Dalam era politik FYP, perebutan kekuasaan berlangsung pula melalui persaingan mendapatkan perhatian di ruang digital.
Buku ini mengulas bagaimana algoritma media sosial membentuk komunikasi politik: menyeleksi informasi, mengatur keterlihatan pesan, dan mempertemukan masyarakat dengan narasi tertentu. Melalui dua belas bab, pembaca diajak memahami perubahan dari komunikasi berbasis media massa menuju sistem rekomendasi digital, cara kerja algoritma, serta pemanfaatan big data untuk membaca perilaku dan preferensi pemilih.
Pembahasan mencakup viralitas konten politik, peran influencer dan pemimpin opini, serta terbentuknya echo chamber dan polarisasi. Buku ini juga menelaah penggunaan kecerdasan buatan, chatbot, dan deepfake, sekaligus strategi kampanye melalui penargetan kelompok pemilih dan personalisasi pesan. Peluang tersebut dibahas bersama persoalan propaganda, disinformasi, privasi data, bias algoritma, dan tanggung jawab platform.
Ditujukan bagi mahasiswa, akademisi, praktisi komunikasi, pegiat politik, dan masyarakat umum, buku ini menawarkan pemahaman kritis tentang hubungan antara algoritma, data, perhatian, dan kekuasaan. Pertanyaan utamanya bukan sekadar bagaimana pesan politik menjadi viral, tetapi bagaimana demokrasi dapat menjaga keberagaman suara ketika apa yang kita lihat semakin dipengaruhi oleh sistem yang bekerja di balik layar.
Penulis : Sandra Olifia, S.Sos. M.Si. | Muhammad Ridha, S.E., M.I.Kom., M.Sos. | Diego, M.I.Kom., M.Sos. | Dr. Nanda Khairiyah, M.Si. | La Ode Sugianto, S.Pd., M.M. | Darmawan Syah, S.E., M.I.Kom.
Editor : Muhammad Ridha, S.E., M.I.Kom., M.Sos.
Halaman buku: 214
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 72.000