Perencanaan Pembangunan: Sejarah, Konsep, Paradigma
Perencanaan pembangunan bukanlah sekadar proses teknokratis yang berisi angka, target, dan dokumen formal. Ia adalah arena pergulatan ide, kepentingan, dan kekuasaan yang membentuk arah masa depan suatu masyarakat. Dalam praktiknya, perencanaan sering kali dipahami secara sempit sebagai instrumen administratif, padahal di balik itu terdapat dimensi historis, filosofis, dan politis yang sangat menentukan.
Oleh karena itu, buku ini berupaya menghadirkan perspektif yang lebih luas dan kritis, dengan mengaitkan perjalanan sejarah perencanaan pembangunan, evolusi konsep-konsepnya, serta perubahan paradigma yang melandasinya.
Secara historis, perencanaan pembangunan di dunia tidak dapat dilepaskan dari pengalaman negara-negara pascakolonial, dinamika Perang Dingin, hingga arus globalisasi dan neoliberalisme. Indonesia sendiri memiliki perjalanan panjang, mulai dari era perencanaan terpusat pada masa awal kemerdekaan, pendekatan pembangunan yang bersifat top-down pada masa Orde Baru, hingga era desentralisasi yang membuka ruang bagi partisipasi masyarakat dan inovasi daerah. Setiap periode tersebut membawa karakteristik, keberhasilan, sekaligus kegagalannya masing-masing. Memahami sejarah ini menjadi penting agar kita tidak terjebak pada pengulangan kesalahan yang sama.
Dari sisi konseptual, buku ini mengulas berbagai pendekatan dalam perencanaan pembangunan, mulai dari pendekatan rasional-komprehensif, inkremental, hingga perencanaan partisipatif dan kolaboratif. Di tengah perkembangan teknologi dan data yang semakin pesat, muncul pula pendekatan baru yang berbasis bukti (evidence-based planning), big data, dan kecerdasan buatan. Namun demikian, pertanyaan mendasar tetap relevan: untuk siapa pembangunan direncanakan? Siapa yang diuntungkan, dan siapa yang terpinggirkan? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi kunci untuk menjaga agar perencanaan pembangunan tetap berpihak pada keadilan sosial.
Lebih jauh, buku ini juga menyoroti perubahan paradigma pembangunan, dari paradigma pertumbuhan ekonomi semata menuju pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan. Isu-isu seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, krisis lingkungan, serta marginalisasi masyarakat lokal menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Dalam konteks ini, perencanaan pembangunan dituntut untuk tidak hanya mengejar efisiensi dan efektivitas, tetapi juga memperhatikan aspek etika, keberlanjutan, dan keberpihakan pada kelompok rentan.
Sebagai sebuah karya akademik, buku ini disusun dengan harapan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, dosen, peneliti, serta praktisi di bidang perencanaan pembangunan, administrasi publik, dan ilmu sosial secara umum. Namun lebih dari itu, buku ini juga diharapkan dapat menjadi bahan refleksi kritis bagi para pengambil kebijakan agar tidak terjebak dalam rutinitas birokrasi yang kaku, melainkan mampu melihat perencanaan sebagai proses yang hidup, dialogis, dan transformatif.
Penulis: Laily Ramadhany Can, S.E., M.Si
Editor: Herman Oesman & Syarifuddin Usman
Halaman buku: 286
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 73.000