Keberbakatan Olahraga (Anthropometri, Biomotorik dan Psikologis)
Bakat dan prestasi olahraga merupakan dua hal yang berkoneksi secara erat tanpa dapat ditawar-tawar oleh siapa pun dan oleh apapun. Untuk dapat berprestasi olahraga secara maksimal perlu didukung oleh banyak faktor, termasuk yang utama adalah faktor keberkatan atau talenta. Meskipun demikian, sebagaimana pada bidang yang lain, kita tidak boleh menempatkan bakat sebagai faktor penentu yang paling dominan. Namun, tanpa disadari masih banyak orang yang memberikan pemahaman koneksitas bakat dan olahraga secara kurang proporsional. Akibatnya, terjadi kesalahan dalam menjaring dan memandu bakat olahraga dikarenakan kesalahan dalam menyusun asumsi keberbakatan olahraga yang digunakan. Di dalam perspektif olahraga, setidak-tidaknya ada asumsi yang digunakan dalam mengkaji keberbakatan olahraga.
Terdapat istilah bakat yang berkembang ditengah masyarakat, misalnya “bakat terpendam” yang berkonotasi sebagai “potensi mubazir” yang tak pernah terakses secara dini oleh diri sendiri ataupun orang lain. Apabila dirunut, persoalan keberbakatan olahraga sebenarnya akan selalu bergulir dalam tiga bentuk persolanan besar. Pertama, ada indikasi kuat bahwa di masyarakat banyak terdapat individu yang tidak memiliki akses untuk mengenal bakatnya sejak dini. Kedua, masyarakat belum mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mendapatkan layanan pemanduan bakat. Ketiga, kemampuan pemerintah untuk memberikan peluang individu berbakat semakin terbatas, sementara proses untuk mengolah dan mewujudkan prestasi tinggi membutuhkan proses yang panjang.
Penulis: Dr. Suratmin, S.Pd., M.Or.
Editor: Prof. Dr. Hanik Liskustyawati, M.Kes. & Prof. Dr. Mulyana, M.Pd.
Halaman buku: 184
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 66.000