Menangisnya Anak Gunung Krakatau Ibunya Berada Dimana

Kisah “Menangisnya Anak Gunung Krakatau”  menceritakan gelisah dan gemuruhnya Gunung Anak Krakatau yang berada di tengah perairan Selat Sunda. “Tangisan” Anak Gunung Krakatau digambarkan melalui rentetan dentuman keras, semburan asap hitam, lontaran batu pijar, hingga lelehan lava merah yang membasahi tubuhnya. Tangisan ini bukanlah bentuk kemarahan semata, melainkan metafora dari proses kelahiran kembali, pertumbuhan yang bergejolak, serta kerinduan mendalam terhadap sang Ibu.

Anak Gunung Krakatau yang lahir pada tahun 1927 terus tumbuh menjulang di atas laut. Namun, dalam perjalanannya, gejolak energi dari dalam perut bumi membuatnya sering mengalami erupsi eksplosif sebuah “jeritan” fisik yang tidak hanya mengubah bentuk tubuhnya sendiri (seperti peristiwa longsoran besar yang meruntuhkan puncaknya), tetapi juga membawa getaran dan duka hingga ke pesisir Banten dan Lampung. Tangisannya menjadi pengingat bagi manusia akan besarnya kekuatan alam dan takdir geologis yang harus ia jalani.

Ibunya adalah “Gunung Krakatau Purba” (Sunda Purba/Krakatau Tua).

Keberadaannya: Sang Ibu sudah hancur dan tenggelam di dasar Laut Selat Sunda.

  1. Kehancuran Sang Ibu: Gunung Krakatau Tua (Sang Ibu) mengalami erupsi katastrofik yang sangat dahsyat pada Agustus 1883. Erupsi tersebut menghancurkan lebih dari dua pertiga tubuh gunung itu sendiri dan menyisakan cekungan raksasa bawah laut yang disebut Kaldera Krakatau.
  2. Kelahiran Sang Anak: Dari dasar kaldera bekas reruntuhan Sang Ibu di bawah permukaan air laut itulah, pada tahun 1927 muncul puncak daratan baru yang kemudian dinamai Anak Gunung Krakatau.
  3. Ikatan Sang Ibu dan Anak: Secara fisik, Sang Ibu kini berwujud pulau-pulau sisa kaldera tua (Pulau Rakata, Pulau Panjang, dan Pulau Sertung) serta dasar laut Selat Sunda. Anak Gunung Krakatau “berdiri” tepat di atas rahim/bekas tubuh Ibunya yang telah lelap di dasar perairan.

Penulis  :  A. Junaedi Karso

Halaman buku: 172

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 64.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *