Bukan Tempatnya, Melainkan Hadirat-Nya: Refleksi tentang Kesucian, Ibadah, Panggilan, dan Kehadiran Tuhan dalam Hidup Sehari-hari

Buku ini lahir sebagai kelanjutan dari permenungan yang telah dimulai dalam Mumpuni dan Melayani: Panggilan Sejati Dosen Katolik. Dalam buku tersebut, penekanan utamanya adalah bahwa menjadi dosen bukan sekadar profesi, melainkan panggilan rohani yang memadukan iman, ilmu, dan pelayanan. Dari sana muncul pertanyaan lanjutan yang tidak kalah mendasar: jika hidup dan karya seorang dosen adalah panggilan rohani, lalu di manakah sesungguhnya kehadiran Tuhan itu dialami? Apakah hanya di tempat-tempat yang disebut suci, ataukah justru di seluruh hidup yang dijalani dalam iman, tanggung jawab, dan kesetiaan?

Pertanyaan itulah yang membawa permenungan ini bergerak lebih jauh. Dari pembahasan tentang tempat suci, buku ini masuk ke persoalan yang lebih dalam tentang makna kesucian, ibadah, kehadiran Tuhan, dan panggilan hidup. Banyak orang menyebut lokasi tertentu sebagai tempat suci, dan penyebutan itu dapat dipahami sebagai bentuk penghormatan terhadap ruang ibadah atau tempat bersejarah. Namun bila tidak direnungkan dengan jernih, manusia dapat tergelincir ke dalam anggapan seolah-olah Tuhan lebih hadir di satu tempat daripada di tempat lain. Padahal Tuhan yang hidup tidak dapat dikurung dalam bangunan, wilayah, atau batas geografis. Ia hadir di tengah umat-Nya, dan karena itu seluruh hidup dapat menjadi ruang perjumpaan dengan-Nya.

Penulis :  Yanuarius Yanu Dharmawan & Sri Hasnawati

Editor : M. Ardiansyah

Halaman buku: 117

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 54.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *