Evolusi Teori Administrasi Publik:Dari Birokrasi Klasik Menuju Ekosistem Digitalyang Humanis
Buku referensi ini disusun sebagai upaya intelektual untuk memetakan kembali koordinat keilmuan administrasi publik di tengah gempuran disrupsi teknologi dan tuntutan humanisme universal. Administrasi publik bukan sekadar instrumen teknis pemerintahan, melainkan sebuah disiplin yang hidup, bernapas, dan berevolusi seiring dengan pergeseran nilai-nilai peradaban manusia. Dari gagasan efisiensi mekanistik yang dipelopori oleh Frederick Taylor dan Max Weber, hingga konsep Digital Era Governance (DEG) yang menempatkan algoritma sebagai mitra pelayan publik, buku ini menyajikan narasi komprehensif mengenai bagaimana kekuasaan dikelola dan pelayanan didistribusikan secara adil.
Sebagai buku referensi, karya ini ditujukan bagi para akademisi, mahasiswa pascasarjana, pengambil kebijakan, serta praktisi birokrasi yang ingin memahami akar teoretis dan proyeksi masa depan tata kelola publik. Penulis menekankan bahwa efisiensi digital tanpa ruh humanisme hanya akan melahirkan “penjara besi” baru yang lebih canggih. Oleh karena itu, sintesis antara teknologi (AI, Big Data, Cloud Computing) dengan nilai-nilai demokrasi dan empati menjadi benang merah yang mengikat seluruh bab dalam buku ini. Dengan pendekatan empiris dan sistematis, pembaca akan diajak untuk menelusuri lorong waktu pemikiran administrasi, mulai dari dikotomi politik-administrasi yang kaku hingga kolaborasi lintas sektor yang cair dan lincah (agile). Naskah ini adalah manifesto bagi birokrasi masa depan yang cerdas secara digital namun tetap memiliki hati yang melayani masyarakat secara inklusif dan bermartabat.
Penulis: Dr. La Didi, S.I.P., MAP
Editor: Ihsan Iskandar, S.Sos., M.E.
Halaman buku: 333
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 96.000