Manajemen Sekolah Anti-Bullying:Pengembangan Model Peace Education Berbasis Social Emotional Learning
Buku ini berangkat dari kenyataan yang sering kita abaikan di mana betapa mudahnya ejekan, dorongan, dan pengucilan di sekolah dianggap biasa, padahal pelan-pelan melukai harga diri dan masa depan peserta didik. Dengan bertolak dari pengalaman di sekolah, khususnya SMK yang rentan dengan praktik bullying, penulis mengajak pembaca melihat bullying bukan sebagai insiden sesaat, tetapi sebagai bagian dari budaya sekolah yang bisa diubah ketika kita berani menata ulang cara mendidik, mengelola emosi, dan memimpin pembelajaran. Kejadian dan suasana kelas, bengkel praktik, serta koridor sekolah dihadirkan apa adanya, sehingga pembaca dapat merasakan kedekatan dengan masalah yang dibahas.
Di tengah gambaran yang keras itu, buku ini menawarkan jalan keluar yang realistis melalui pengembangan model manajemen pelatihan berbasis peace education dan social-emotional learning (SEL). Nilai-nilai perdamaian dan keterampilan sosial-emosional tidak hanya diuraikan secara konseptual, tetapi ditunjukkan bagaimana dapat dihidupkan dalam keseharian seperti cara guru membuka pelajaran, cara siswa menyelesaikan konflik, dan cara sekolah membangun iklim yang aman tanpa kehilangan ketegasan. Dengan bahasa yang mengalir, pembaca diajak memahami bahwa mengelola emosi, melatih empati, dan membangun relasi sehat bukan tambahan beban, melainkan inti dari tugas pendidikan di era ini.
Lebih jauh, buku ini menghadirkan kisah-kisah perubahan dari sekolah-sekolah yang telah mencoba model tersebut, kelas yang tadinya menegangkan menjadi lebih bersahabat, kata-kata kasar yang perlahan menghilang dari koridor, dan siswa yang mulai berani berdiri di pihak temannya yang disakiti. Dari situ, penulis merumuskan sebuah panduan yang dapat diadaptasi sekolah lain—bukan resep kaku, melainkan peta jalan yang memberi ruang bagi kreativitas dan konteks lokal. Buku ini mengajak kepala sekolah, guru, orang tua, pengambil kebijakan maupun stakeholder pendidikan untuk percaya bahwa sekolah yang tegas tanpa kekerasan dan disiplin tanpa penghinaan bukan utopia, tetapi sesuatu yang dapat dibangun langkah demi langkah, mulai dari hari ini.
Penulis : Dody Arisandy, S.Pd., M.M., Gr. | Dr. Arif Rahman | Prof. Dr. Yusnadi, M.S.
Editor : Prof. Dr. Eka Daryanto. M.T. | Prof. Dr. Rosnelli, M.Pd. | Dr. Dionisius Sihombing, M.Si.
Halaman buku: 248
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 80.000