Jiwa Alam Nusantara: Menelusuri Akar Sejarah Ekologis Indonesia

JIWA ALAM NUSANTARA mengajak kita melihat sejarah Indonesia dari sudut pandang yang jarang dibicarakan: alam sebagai bagian penting dari perjalanan manusia. Selama ini, sejarah sering ditulis seolah manusia berdiri sendiri, sementara hutan, sungai, gunung, dan laut hanya menjadi latar. Buku ini menawarkan cara pandang berbeda—bahwa alam juga “berbicara”, mengingat, dan ikut membentuk arah sejarah Nusantara.

Melalui kisah-kisah tentang hutan yang dibuka, sungai yang dialihkan, gunung yang meletus, dan kota-kota yang tumbuh, buku ini menelusuri bagaimana hubungan manusia dan alam berubah dari masa ke masa. Dari kearifan lokal masyarakat adat, sistem pertanian tradisional, hingga dampak kolonialisme dan pembangunan modern, pembaca diajak memahami bahwa krisis lingkungan hari ini tidak muncul begitu saja, melainkan berakar panjang dalam sejarah.

Buku ini juga menyingkap bagaimana bencana alam—banjir, letusan gunung, dan gempa—bukan sekadar peristiwa alam, tetapi bagian dari dialog antara manusia dan lingkungannya. Cara manusia mengelola tanah, air, dan hutan ikut menentukan seberapa besar dampak yang harus ditanggung ketika alam bereaksi.

Di tengah kerusakan dan krisis iklim, Jiwa Alam Nusantara mengingatkan bahwa Indonesia memiliki warisan pengetahuan ekologis yang kaya. Nilai-nilai adat, agama, dan budaya lokal mengajarkan keseimbangan, batas, dan tanggung jawab terhadap alam. Buku ini bukan hanya mengajak kita memahami masa lalu, tetapi juga merenungkan masa depan—tentang bagaimana manusia dapat kembali hidup selaras dengan bumi yang menjadi rumah bersama.

Penulis :  Ahmad Ali Firdausi

Editor:  Ickhsanto Wahyudi

Halaman buku: 210

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 72.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *