Drupadi dan Bayang-Bayang Patriarki
Di balik kemegahan epos Mahabarata yang melegenda, terselip kisah tentang perempuan yang jarang dibicarakan, pergulatan batin, tubuh yang dikontrol, dan suara yang dibungkam oleh sistem patriarki. Salah satu sosok yang paling menonjol adalah Drupadi, perempuan kuat yang hidup di tengah dunia laki-laki, namun nasibnya kerap ditentukan oleh kepentingan kuasa dan perang.
Buku ini menelusuri wajah patriarki dalam Mahabarata dan bagaimana mitologi kuno membentuk cara pandang masyarakat terhadap perempuan hingga hari ini. Dengan pendekatan kritik sastra feminis, penulis juga mengajak pembaca mengupas ulang teks klasik melalui penceritaan ulang Drupadi dalam novel Seno Gumira Adjidarma.
Lebih dari sekadar menelaah karakter, buku ini juga menyentuh isu yang sangat relevan di masa kini, bagaimana tubuh perempuan sering dijadikan objek, dikendalikan oleh budaya phalusentrisme, dan diposisikan sebagai milik publik, bukan hak penuh dirinya. Melalui pembahasan tentang subjektivitas tubuh perempuan, pembaca diajak melihat bahwa perjuangan perempuan untuk memiliki kendali atas tubuhnya sendiri bukanlah isu modern semata, melainkan warisan panjang dari konstruksi patriarki ribuan tahun lalu.
Tidak berhenti pada Mahabarata, buku ini juga menyelami transformasi cerita ke dalam pewayangan Jawa dan representasi perempuan Jawa yang sering kali terjebak dalam citra idealis lembut, tunduk, dan penuh pengorbanan. Namun di balik itu, ada jejak perlawanan halus yang layak dibaca ulang. Ditulis dari kaca mata perempuan, buku ini menghadirkan jembatan antara teori feminis, kritik sastra, dan refleksi budaya Nusantara yang patut kita cermati hari ini. Pembaca yang tertarik pada sastra, gender, mitologi, hingga kajian budaya akan menemukan perspektif baru tentang bagaimana cerita-cerita kuno membentuk cara kita memandang perempuan, serta bagaimana pembacaan ulang yang kritis dapat menjadi langkah kecil untuk membongkar warisan patriarki yang masih mengakar. Buku ini bukan sekadar kajian sastra, tetapi ajakan untuk berpikir ulang tentang siapa yang selama ini berhak mendefinisikan perempuan, tubuhnya, dan perannya di masyarakat.
Penulis : Ratih Ika Wijayanti
Halaman Buku : 65
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp. 44.000