Horn Clause dan Penalaran

Mengeksplorasi gagasan untuk membatasi diri pada sebagian kecil logika orde pertama yang menarik, di mana prosedur Resolusi menjadi jauh lebih mudah dikelola. Juga dilihat dari sudut pandang representasi, sebagian kecil yang dimaksud masih cukup ekspresif untuk banyak tujuan. Yaitu Klausa Horn,  Selective Linear Definite (SLD) Resolusi. Metode pembuktian teorema, seperti Resolusi, adalah cara penalaran umum yang tidak bergantung pada domain. Seorang pengguna dapat mengungkapkan fakta lengkap first Order Logic (FOL) penuh tanpa harus mengetahui bagaimana pengetahuan ini pada akhirnya digunakan untuk inferensi oleh prosedur Automated Theorem Proving (ATP). Mekanisme ATP mencoba semua penggunaan yang diizinkan secara logis dari segala sesuatu dalam Knowledge Based (KB) dalam mencari jawaban atas suatu pertanyaan. Seiring dengan bertambahnya jumlah kalimat atau prosedur dalam KB, menjadi penting untuk mengaturnya dengan cara tertentu. Seperti yang telah dilihat, dalam sistem produksi, set aturan dapat diatur berdasarkan konteks penerapannya, tetapi ini terutama merupakan kemudahan struktur kontrol untuk mengelompokkan item berdasarkan kapan item tersebut dapat dijalankan. Pendekatan yang lebih bermotivasi representasional adalah mengelompokkan fakta atau aturan berdasarkan jenis objek yang terkait dengannya. Memang, sangat wajar untuk menganggap pengetahuan itu sendiri bukan sekadar kumpulan kalimat, tetapi lebih sebagai pengetahuan yang terstruktur dan terorganisasi berdasarkan yang menjadi topik pengetahuan, objek pengetahuan. Dalam bab ini, mengkaji formalisme representasi pengetahuan prosedural yang berorientasi objek dengan cara ini.

Penulis : Dr.Ir. Wahyudi, S.T.,M.T.

Halaman Buku : 165

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Harga : Rp. 62.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *