Menjadi Diri Di Ruang Digital: Gender, Identitas, Dan Negosiasi Anak Muda Di Media Sosial
Siapa diri kita ketika sebagian kehidupan berlangsung di media sosial?
Bagi anak muda, media sosial bukan lagi sekadar tempat berbagi foto, video, atau percakapan sehari-hari. Ruang digital telah menjadi tempat untuk mengenali diri, mencoba berbagai bentuk ekspresi, mencari penerimaan, membangun relasi, dan menghadapi penilaian orang lain. Di dalam proses tersebut, identitas tidak pernah benar-benar selesai.
Menjadi Diri di Ruang Digital: Gender, Identitas, dan Negosiasi Anak Muda di Media Sosial membahas bagaimana identitas dibentuk melalui pertemuan antara pilihan personal, norma gender, audiens, komunitas, dan logika platform. Buku ini menguraikan bagaimana anak muda menampilkan sebagian dirinya, menyembunyikan bagian lain, membaca respons sosial, serta menegosiasikan kembali cara mereka memahami diri.
Pembahasan kemudian bergerak lebih jauh pada tekanan feminitas dan maskulinitas, stereotip, kebutuhan untuk terlihat, serta algoritma dan metrik yang ikut menentukan keterlihatan. Dengan pendekatan komunikasi yang kritis tetapi mudah dipahami, buku ini menunjukkan bahwa menjadi diri di ruang digital bukan sekadar persoalan kebebasan berekspresi. Ia merupakan proses sosial yang terus berlangsung di antara pengakuan, tekanan, risiko, dan kemungkinan untuk berubah.
Buku ini mengajak pembaca memahami ruang digital bukan hanya sebagai teknologi, tetapi sebagai ruang tempat manusia belajar menjadi dirinya sendiri sekaligus belajar hidup bersama perbedaan.
Penulis: Annisa Anindya
Halaman buku: 124
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 54.000