Cancel Culture: Digital Judgment, Reputasi, dan Relasi Kuasa di Media Sosial

Media sosial telah mengubah cara masyarakat menilai kesalahan, menuntut pertanggungjawaban, dan menentukan siapa yang layak mendapatkan dukungan atau penolakan. Sebuah pernyataan, tindakan, bahkan potongan informasi dapat memicu penghakiman kolektif yang meluas dalam waktu singkat. Di tengah perubahan tersebut, cancel culture hadir sebagai fenomena yang memperlihatkan betapa eratnya hubungan antara moralitas publik, reputasi, dan kekuasaan dalam kehidupan digital.

Buku CANCEL CULTURE: Digital Judgment, Reputasi, dan Relasi Kuasa di Media Sosial ini mengajak pembaca memahami fenomena ini melampaui perdebatan sederhana tentang kebebasan berekspresi dan pembungkaman. Melalui perspektif komunikasi yang kritis, buku ini menguraikan bagaimana penghakiman digital terbentuk, bagaimana reputasi menjadi arena pertarungan sosial, serta bagaimana algoritma, ekonomi perhatian, identitas, dan mobilisasi publik memengaruhi arah suatu kontroversi. Pembahasan juga menelusuri hubungan antara aktivisme digital, boikot, tuntutan akuntabilitas, dan praktik penghukuman yang tidak selalu berjalan seiring dengan prinsip keadilan.

Lebih dari sekadar membahas budaya pembatalan, buku ini mengajak pembaca mempertanyakan batas antara kritik dan penghukuman, antara akuntabilitas dan tekanan kolektif, serta antara kekuatan suara publik dan ketimpangan kuasa. Sebuah bacaan untuk memahami bagaimana masyarakat digital membentuk penilaian, mempertaruhkan reputasi, dan merundingkan keadilan di tengah derasnya arus komunikasi.

Penulis : Diego, M.I.Kom., M.Sos

Halaman buku: 131

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 56.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *