Dari Tambak Ke Industri : Membangun Kemandirian Garam Indonesia

Sebagaimana kita ketahui bersama, pengelolaan tambak garam di Indonesia hingga saat ini masih menghadapi berbagai kendala. Permasalahan tersebut antara lain penurunan kualitas air sebagai media produksi akibat berkurangnya atau rusaknya ekosistem mangrove, meningkatnya beban pencemaran di wilayah pesisir, serta keterbatasan teknologi dan manajemen produksi. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kualitas dan kuantitas produksi garam yang dihasilkan.

Sebagai negara maritim dengan wilayah pesisir yang luas serta didukung oleh iklim tropis dengan dua musim, Indonesia sejatinya memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat produksi garam industri dunia. Namun kenyataannya, kebutuhan garam industri nasional hingga saat ini masih harus dipenuhi melalui impor yang setiap tahunnya mencapai kisaran 3–5 juta ton dari negara-negara yang justru memiliki empat musim. Kondisi ini tentu menjadi ironi sekaligus tantangan besar dalam mewujudkan kemandirian garam nasional.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, buku ini disusun sebagai upaya untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai pengembangan tambak garam, khususnya di wilayah pesisir, baik dari aspek teknis, ekonomi, manajerial, maupun kebijakan. Buku ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bacaan dan rujukan bagi praktisi, akademisi, serta pihak-pihak terkait dalam merumuskan dan mengimplementasikan pembangunan pergaraman yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Penulis :  Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Kasnir, M.Si.

Halaman buku: 300

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 90.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *