Pendekatan Pemecahan Masalah Dalam Pembelajaran

Pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan fundamental dalam pembelajaran matematika. Namun, pemecahan masalah tidak sekadar tentang menemukan jawaban yang benar, melainkan merupakan proses berpikir yang melibatkan pemahaman, penalaran, pemilihan strategi, pengendalian proses berpikir, refleksi, dan kemampuan menerapkan pengetahuan pada situasi yang berbeda. Buku referensi ini membahas kemampuan pemecahan masalah matematika secara komprehensif melalui lima bab yang saling terintegrasi. Bab pertama menguraikan hakikat masalah, kemampuan pemecahan masalah, landasan filosofis, serta perkembangan pemecahan masalah dalam kurikulum modern. Pembahasan menunjukkan bahwa pembelajaran matematika perlu bergerak dari sekadar penguasaan prosedur menuju pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, reflektif, dan adaptif. Bab kedua mengkaji teori George Polya dan perkembangan strategi heuristik modern. Empat tahap Polya—memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali—dibahas sebagai fondasi dalam memahami proses pemecahan masalah. Pembahasan kemudian berkembang menuju perspektif Schoenfeld yang menekankan pentingnya metakognisi, pengendalian proses berpikir, dan keyakinan dalam menentukan keberhasilan seseorang ketika menghadapi masalah matematika. Bab ketiga membawa pembaca pada pembahasan desain didaktis berbasis metakognisi. Fokus diberikan pada bagaimana pembelajaran dapat dirancang agar peserta didik mampu merencanakan, memantau, mengevaluasi, dan memperbaiki proses berpikirnya selama memecahkan masalah. Dengan demikian, guru tidak hanya berperan menyampaikan materi, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang mendorong peserta didik menjadi pemecah masalah yang lebih mandiri. Bab keempat membahas kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), hubungan HOTS dengan pemecahan masalah, serta evaluasi dan instrumen pengukurannya. Bagian ini memberikan dasar bagi guru dan peneliti untuk memahami bagaimana kemampuan berpikir tingkat tinggi dapat diidentifikasi, diukur, dan dimanfaatkan sebagai dasar perbaikan pembelajaran. Bab kelima mengangkat dimensi yang sering kali kurang mendapat perhatian, yaitu tantangan psiko-kognitif ketika peserta didik menghadapi masalah non-rutin. Pembahasan mencakup representasi masalah, memori kerja, beban kognitif, pengetahuan awal, pemilihan strategi, kecemasan matematika, keyakinan diri, motivasi, ketekunan, hingga toleransi terhadap ketidakpastian. Buku juga membahas cara mendiagnosis kesulitan peserta didik serta memberikan respons didaktis melalui scaffolding, pertanyaan metakognitif, perjuangan produktif, kolaborasi, diferensiasi dukungan, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial. Secara keseluruhan, buku ini memandang pemecahan masalah sebagai kemampuan multidimensional yang tidak dapat dilepaskan dari pengetahuan matematika, strategi heuristik, metakognisi, disposisi matematis, representasi, komunikasi, serta kondisi psikologis peserta didik. Oleh karena itu, buku ini tidak hanya relevan sebagai referensi teoritis, tetapi juga dapat menjadi pijakan bagi guru, dosen, mahasiswa, peneliti, dan perancang pembelajaran dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang berorientasi pada proses berpikir dan pemecahan masalah. Buku ini pada akhirnya mengajak pembaca untuk melihat bahwa masalah matematika bukan sekadar sesuatu yang harus diselesaikan, tetapi merupakan ruang untuk membangun cara berpikir, mengembangkan strategi, belajar dari kesalahan, dan membentuk kemandirian dalam menghadapi persoalan yang kompleks.

Penulis:  Dr. Rivatul Ridho Elvierayani, S.Si., M.Pd | Nathasa Pramudita Irianti | Iin Sulastri Ode Ami, S.Pd., M.Pd. | Dr. Heny Sri Astutik, S.Pd., M.Pd. | Dr. Nuraimah Suharto, S.Pd., M.Pd.

Editor:  Dr. Andi Kaharuddin, S.Pd., M.Pd.

Halaman buku: 178

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 66.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *