Jangan Malu Dan Jangan Takut Menerbitkan Buku (Membangun Keberanian, Produktivitas,dan Tradisi Intelektual)

Mengapa masih banyak orang memiliki gagasan, pengalaman, pengetahuan, dan hasil penelitian yang berharga, tetapi tidak pernah berhasil mengubahnya menjadi sebuah buku? Banyak orang sebenarnya ingin menulis dan menerbitkan buku, tetapi keinginan tersebut sering terhenti oleh rasa malu, takut dikritik, takut salah, merasa tidak berbakat, merasa tulisannya belum sempurna, atau menganggap menerbitkan buku merupakan pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh penulis profesional. Padahal, kemampuan menulis dan menerbitkan buku dapat dibangun melalui keberanian, kebiasaan, latihan, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar. Buku ini hadir untuk mengubah cara pandang tersebut. Menulis buku bukanlah aktivitas yang hanya diperuntukkan bagi orang yang sejak awal memiliki bakat menulis. Menulis merupakan keterampilan yang dapat dikembangkan melalui proses yang panjang dan berkelanjutan. Setiap orang yang memiliki pengalaman, pengetahuan, pemikiran, hasil penelitian, gagasan, atau kepedulian terhadap persoalan tertentu sesungguhnya memiliki modal untuk menulis buku. Persoalannya bukan semata-mata apakah seseorang mampu menulis, tetapi apakah ia berani memulai, bersedia berproses, dan memiliki komitmen untuk menyelesaikan tulisannya.

Banyak calon penulis merasa tidak memiliki ide, padahal sebenarnya kehidupan sehari-hari menyediakan begitu banyak bahan untuk ditulis. Pengalaman mengajar, penelitian, perjalanan, pengabdian kepada masyarakat, aktivitas organisasi, permasalahan pendidikan, pengalaman profesional, maupun refleksi kehidupan dapat menjadi sumber gagasan. Kuncinya adalah kemampuan membaca realitas, mencatat gagasan, mengembangkan pertanyaan, dan menghubungkan pengalaman dengan pengetahuan. Pembaca didorong untuk tidak lagi mengatakan “Saya tidak punya ide”, tetapi mulai bertanya, “Apa yang saya ketahui dan apa yang dapat saya bagikan kepada orang lain?”

Setiap orang memiliki pengalaman yang tidak dimiliki orang lain, pengetahuan yang dapat dibagikan, dan gagasan yang mungkin bermanfaat bagi masyarakat. Jika semua itu hanya disimpan dalam ingatan, manfaatnya akan terbatas pada diri sendiri. Namun, ketika dituangkan dalam buku, gagasan tersebut dapat dibaca, dipelajari, dikritisi, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Jangan malu menulis dan jangan takut menerbitkan buku. Jangan menunggu menjadi penulis hebat untuk mulai menulis. Jangan menunggu tulisan sempurna untuk mulai menerbitkan. Jangan menunggu memiliki banyak pengalaman untuk menghasilkan karya. Mulailah dari apa yang diketahui, tulislah apa yang dipikirkan, dokumentasikan apa yang dialami, dan bagikan apa yang diyakini bermanfaat. Sebuah buku mungkin dimulai dari satu gagasan sederhana, tetapi gagasan tersebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.

Penulis:  Prof. Dr. Anis Fauzi, M.Si | Dr. Faizal, M.M. | Dr. Hanafi, M.Pd., MA.

Halaman buku: 432

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 116.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *