Perbandingan Pemerintahan Di Era Jokowi-Amin & Prabowo-Gibran

Kabinet Indonesia Maju (Jokowi–Ma’ruf Amin) dan Kabinet Merah Putih (Prabowo–Gibran) berfokus pada paradigma keberlanjutan dan transformasi (continuity and change). Transisi ini menandai pergeseran dari fondasi pembangunan fisik serta hilirisasi industri menuju penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan ketahanan strategis nasional. Secara keseluruhan, pemerintahan Jokowi–Ma’ruf Amin sukses membangun pondasi infrastruktur, konektivitas, dan kerangka investasi modern. Pemerintahan Prabowo–Gibran memanfaatkan fondasi tersebut untuk mengeksekusi program pemenuhan kebutuhan dasar, ketahanan nasional, dan pemusatan modal negara demi mencapai visi Indonesia Emas 2045. Fokus Ekonomi dan Pembangunan Pada periode 2019–2024, pemerintahan Jokowi–Ma’ruf Amin mengonsolidasikan pembangunan fisik masif melalui Proyek Strategis Nasional (PSN), penetapan payung hukum Ibu Kota Nusantara (IKN), serta kebijakan hilirisasi sumber daya alam (khususnya nikel) yang ditopang oleh regulasi Omnibus Law (UU Cipta Kerja). Sebaliknya, era Prabowo–Gibran mengalihkan fokus investasi pada kesejahteraan langsung dan kualitas SDM. Program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan swasembada pangan dan energi, serta pembentukan Badan Pengelola Investasi (Danantara) menjadi instrumen utama untuk mendorong target pertumbuhan ekonomi baru. Struktur Kabinet dan Tata Kelola Pemerintahan Dari segi kelembagaan, era Jokowi–Ma’ruf Amin mempertahankan struktur kementerian yang lebih ramping dengan penekanan pada efisiensi regulasi serta koordinasi lintas sektor dalam penanganan pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi. Pada era Prabowo–Gibran, pemerintahan Prabowo–Gibran melakukan restrukturisasi dan pemekaran kementerian/badan secara signifikan untuk mengakomodasi cakupan program strategis yang lebih spesifik, seperti pembentukan Badan Gizi Nasional dan kementerian-kementerian baru hasil pemisahan portofolio. Pertahanan, Hukum, dan Diplomasi Internasional Dalam kebijakan luar negeri dan keamanan, era Jokowi–Ma’ruf Amin lebih menonjolkan diplomasi berbasis ekonomi maritim dan perdagangan internasional. Pada era Prabowo–Gibran, orientasi diplomasi bergeser ke arah diplomasi pertahanan aktif (non-aligned), modernisasi alutsista, serta penguatan peran Indonesia dalam forum geopolitik global dengan tetap melanjutkan prinsip politik luar negeri bebas-aktif.

Penulis  :  A. Junaedi Karso

Halaman buku: 157

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 62.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *