Merekonstruksi Tata Kelola Perusahaan: Peran Strategis Komisaris Independen, Dualitas CEO, dan Pengungkapan Keberlanjutan

Buku “Merekonstruksi Tata Kelola Perusahaan: Peran Strategis Komisaris Independen, Dualitas CEO, dan Pengungkapan Keberlanjutan” menawarkan pendekatan baru dalam memahami corporate governance di era keberlanjutan. Berangkat dari kritik terhadap model tata kelola tradisional yang terlalu berfokus pada struktur formal, buku ini mengajukan tesis bahwa kegagalan governance bukan disebabkan oleh kurangnya aturan, tetapi oleh ketidakmampuan sistem dalam mengelola distribusi kekuasaan dan kontrol informasi.

Melalui kerangka analitik yang integratif, buku ini menghubungkan tiga elemen kunci komisaris independen, dualitas CEO, dan sustainability disclosure dalam satu rantai kausal yang koheren: struktur tata kelola membentuk konfigurasi kekuasaan; konfigurasi kekuasaan menentukan kontrol informasi; kontrol informasi mempengaruhi perilaku pengungkapan; dan pada akhirnya, kualitas pengungkapan menentukan legitimasi perusahaan. Dengan demikian, governance dipahami sebagai sistem dinamis yang mengatur hubungan antara kekuasaan, transparansi, dan keberlanjutan.

Buku ini secara kritis mengkaji peran komisaris independen tidak hanya sebagai mekanisme pengawasan, tetapi juga sebagai legitimizing agent yang dapat berfungsi secara simbolik maupun substantif. Di sisi lain, dualitas CEO dianalisis sebagai sumber ambivalensi di satu sisi meningkatkan efisiensi, di sisi lain berpotensi memperkuat kontrol informasi dan opacity. Kedua elemen ini kemudian dikaitkan dengan kualitas pengungkapan ESG, yang diposisikan sebagai indikator utama efektivitas governance dalam praktik.

Dengan mengintegrasikan berbagai perspektif teoretis mulai dari agency theory, stewardship theory, hingga legitimacy dan institutional theory buku ini membangun model konseptual yang mampu menjelaskan inkonsistensi temuan empiris dalam literatur. Analisis diperluas ke konteks emerging economies, khususnya Asia Tenggara, untuk menunjukkan bagaimana institutional voids, struktur kepemilikan, dan budaya memoderasi hubungan governance dan disclosure.

Tidak berhenti pada analisis teoritis, buku ini juga menawarkan kontribusi praktis melalui pengembangan framework kebijakan dan roadmap rekonstruksi tata kelola perusahaan. Pendekatan ini memberikan panduan bagi akademisi, praktisi, dan regulator dalam merancang governance yang lebih adaptif, kredibel, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Secara keseluruhan, buku ini menempatkan diri sebagai kontribusi integratif dalam literatur governance–ESG dengan menekankan bahwa masa depan tata kelola perusahaan tidak ditentukan oleh seberapa kompleks strukturnya, tetapi oleh seberapa efektif ia mengelola kekuasaan dan memastikan transparansi yang substantif.

Penulis : Dr. Subhan, SE., MA

Halaman buku : 279

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 86.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *