Nutraseutikal Laut Pesisir SulawesiTenggara: Aspek Bioaktif dan Farmakologi
Wilayah pesisir Sulawesi Tenggara merupakan kawasan dengan kekayaan biota laut yang luar biasa, ditopang oleh ekosistem mangrove, padang lamun, dan terumbu karang yang membentuk habitat kompleks bagi berbagai organisme laut. Potensi biodiversitas ini menyimpan senyawa-senyawa bioaktif yang secara ilmiah terbukti memiliki nilai farmakologis tinggi, menjadikannya sumber nutraseutikal yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan sebagai alternatif terapi dan pencegahan penyakit berbasis bahan alam.
Buku Nutraseutikal Laut Pesisir Sulawesi Tenggara: Aspek Bioaktif dan Farmakologi menyajikan kajian komprehensif mengenai karakteristik ekosistem pesisir dan keanekaragaman biota lautnya, termasuk rumput laut (seaweed), teripang (Holothuroidea), bulu babi (Echinoidea), ikan pelagis, moluska, serta mikroalga. Setiap organisme dianalisis dari perspektif kandungan senyawa bioaktifnya, meliputi polisakarida sulfat seperti fukoidan dan karagenan, asam lemak tak jenuh majemuk omega-3 (EPA dan DHA), peptida bioaktif, pigmen alami seperti karotenoid dan fikobiliprotein, serta berbagai senyawa antioksidan fenolik.
Pembahasan mendalam diberikan terhadap mekanisme farmakologis nutraseutikal laut, mencakup aktivitas antioksidan melalui penangkapan radikal bebas dan induksi enzim antioksidan endogen, efek antiinflamasi via inhibisi jalur NF-κB dan siklooksigenase, modulasi sistem imun melalui regulasi sitokin dan aktivasi sel imunokompeten, serta potensi antikanker melalui induksi apoptosis dan inhibisi angiogenesis. Aspek farmakodinamik dan farmakokinetik diuraikan berdasarkan bukti ilmiah dari penelitian in vitro, in vivo, serta kajian preklinis, memberikan landasan rasional untuk aplikasi klinis nutraseutikal laut dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit degeneratif, kardiovaskular, metabolik, dan inflamasi kronis.
Dimensi teknologi juga menjadi fokus penting, mengulas metode ekstraksi modern seperti microwave-assisted extraction, ultrasound-assisted extraction, dan ekstraksi enzimatik untuk optimalisasi perolehan senyawa bioaktif. Formulasi nutraseutikal dalam bentuk suplemen, makanan fungsional, dan kosmeseutikal didiskusikan bersama standar mutu, aspek keamanan, serta kerangka regulasi yang mengatur produk nutraseutikal di Indonesia sesuai dengan peraturan BPOM dan standar internasional.
Buku ini tidak hanya mengeksplorasi aspek ilmiah murni, tetapi juga mengintegrasikan dimensi sosial-ekonomi melalui konsep ekonomi biru (blue economy). Studi kasus pemberdayaan masyarakat pesisir menunjukkan bahwa pengembangan nutraseutikal laut dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, memperbaiki status gizi masyarakat lokal, sekaligus mendorong konservasi ekosistem laut melalui praktik budidaya dan pemanenan berkelanjutan.
Dengan pendekatan multidisipliner yang menggabungkan ilmu farmakologi, kelautan, biokimia, bioteknologi, gizi, dan ekonomi, buku ini diharapkan menjadi rujukan ilmiah yang solid bagi akademisi, peneliti, mahasiswa pascasarjana di bidang farmasi dan kelautan, pelaku industri nutraseutikal, serta pembuat kebijakan dalam merancang strategi pengembangan produk nutraseutikal laut yang inovatif, berdaya saing global, dan berbasis kearifan lokal. Pengembangan sektor ini diharapkan dapat mengakselerasi pemanfaatan sumber daya laut Indonesia secara optimal sambil menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Sulawesi Tenggara sebagai aset biodiversitas nasional.
Penulis: apt. Poyizar, S.Farm., M.Farm
Editor: Dr. apt. Irman Idrus, S.Farm., M.Kes
Halaman buku: 124
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 54.000